BERITA

Bertambah 11 Kasus Baru, 31 Pasien Sembuh

Rabu, 09 September 2020   Admin   24  

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif dan 31 pasien sembuh, Rabu, 9 September 2020. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 2.900 orang, dengan perincian 2.269 orang sudah sembuh, 171 meninggal dunia, serta 460 orang masih positif.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menjelaskan bahwa pada Rabu, 9 September 2020, telah diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya sebanyak 101 sampel. Dengan hasil 80 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yaitu pasien nomor 2890, inisial HAS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Seganteng.

Pasien nomor 2891, inisial T, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram. Pasien nomor 2892, inisial D, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram.

Pasien nomor 2893, inisial IMW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram. Pasien nomor 2894 inisial MIPG, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Seganteng.

Pasien nomor 2895, inisial SBM, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram. Pasien nomor 2896, inisial LW, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya.

Pasien nomor 2897, inisial M, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong. Pasien nomor 2898, inisial BA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Banjar Getas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Pasien nomor 2899, inisial IRJ, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong. Pasien nomor 2900, inisial BYU, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

“Dipermaklumkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 2560 yang diumumkan tanggal 21 Agustus 2020, yang semula diumumkan kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349, bahwa pasien sesungguhnya tidak pernah kontak dengan pasien nomor 2349 tersebut,” kata Gita.

Sementara 31 pasien yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu pasien nomor 1634, inisial M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien nomor 2039, inisial A, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Rade, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien nomor 2374, inisial DR, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Buk Buk, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2513, inisial S, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2518, inisial NA, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien nomor 2554, inisial MS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien nomor 2595, inisial S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien nomor 2619, inisial YHJ, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2642, inisial AAB, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 2654, inisial SA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien nomor 2667, inisial JAFH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 2670, inisial RS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien nomor 2688, inisial MAS, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Pasien nomor 2689, inisial K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.Pasien nomor 2690, inisial SDA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2693, inisial SJ, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Pasien nomor 2694, inisial SRKR, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2698, inisial MCP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2700, inisial ARS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Pasien nomor 2701, inisial S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2703, inisial DW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien nomor 2720, inisial EA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Gomong,Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien nomor 2741, inisial J, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2744, inisial DL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien nomor 2751, inisialH, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Kabar Utara, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Pasien nomor 2759, inisial EC, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien nomor 2760, inisial AR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien nomor 2775, inisial IMPA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 2782, inisial HY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2805, inisial IH, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien nomor 2839, inisial M, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, kata Sekda NTB ini, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

Hingga saat ini, jumlah Kasus Suspek sebanyak 11.104 orang dengan perincian 366 orang (3%) masih dalam isolasi, 306 orang (3%) masih berstatus probable, 10.432 orang (94%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 21.551 orang, terdiri dari 1.374 orang (6%) masih dalam karantina dan 20.137 orang (94%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 74.888 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.065 orang (1%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 73.823 orang (99%).

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Dinas Dikbud Sumbawa Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 47 SMP

    Sebanyak 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sumbawa akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dalam masa covid-19. Uji coba tersebut mulai dilakukan pada Senin, 21 September pekan depan.

    Total Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTB Tembus 3.006 Orang

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencat tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif dan 20 pasien sembuh, dan 3 pasien meninggal dunia, Rabu, 16 September 2020. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 3.006 orang, dengan perincian 2.388 orang sudah sembuh, 177 meninggal dunia, serta 441 orang masih positif.

    Sensus Day 2020, Upaya memastikan Pencacahan Penduduk Secara Menyeluruh

    Sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, tanggal 15 September 2020 ditetapkan menjadi Sensus Day 2020 yang secara nasional dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Sensus Day yang dilaksanakan setiap event sensus penduduk dihajatkan sebagai time line acuan pencacahan terhadap sasaran penduduk di luar formasi pencacahan normal. Walaupun di tengah suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan Sensus Day terus diupayakan secara konsisten dengan menggunakan protocol kesehatan yang ditetapkan.