BERITA

Sekda pimpin pembacaan deklarasi netralitas ASN di pilkada sumbawa 2020

Jumat, 11 September 2020   Admin   23  

Sekretarias Daerah Kab. Sumbawa, Hasan Basri, memimpin pembacaan Deklarasi Gerakan Nasional Netralitas ASN pada pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan OPD dan para Camat se Kabupaten Sumbawa, Kamis (10/9/2020), di Aula H. Madeloe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Ia menyampaikan, tidak lama lagi, Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan, tepatnya 9 Desember 2020. Pada perhelatan tersebut, katanya, netralitas ASN kian menjadi sorotan.

“Sosok ASN yang merupakan abdi negara, posisinya erat dengan aturan yang mengikat, untuk tidak menunjukkan dukungan dan afiliasi politiknya pada masa pilkada, meski memiliki hak politik untuk memilih”, ujarnya.

Dijelaskannya, netralitas ASN harus benar-benar ditegakkan, baik pada masa sebelum maupun setelah penetapan calon peserta Pilkada. Dikatakannya, sebelum penetapan calon, ketidaknetralan tindakan, ucapan, maupun tulisan dari ASN, dapat diganjar dengan sanksi moral sesuai yang tertera dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004, tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS.

“Karena ASN dituntut menjadi insan yang bermoral, dan dapat menjadi panutan bagi masyarakat”, tambahnya. Adapun setelah penetapan calon, maka ASN dapat dikenakan sanksi disiplin, sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS.

Ia mengajak, seluruh ASN Kab. Sumbawa, untuk bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai ASN, serta menggunakan hak pilih pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Semoga kita semua dapat melaksanakan komitmen ini dengan baik, sebagai bagian dari tanggung jawab moral, menjunjung tinggi nilai-nilai demokratisasi, mendewasakan masyarakat dalam berpolitik, serta menjamin penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Sumbawa, yang berkualitas, jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia,”imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sumbawa, Lukman Hakim menyatakan, Provinsi NTB merupakan daerah urutan kedua nasional, dengan jumlah terbanyak pelanggaran pilkada yang dilakukan oleh ASN, setelah propinsi Jawa Tengah, berdasarkan data Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di tahun 2020.

Lukman juga berharap, ASN di lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk tetap menjaga marwah diri dengan bersikap netral, karena ASN merupakan panutan bagi masyarakat. “Ketika diangkat dan dilantik, ASN disumpah dengan kitab suci atas nama Allah, maka mari jaga janji dan sumpah tersebut dengan tetap bersikap netral sebagaiman aturan yang berlaku,”imbuhnya.

Disampaikan pula, bahwa Bawaslu Sumbawa akan bersikap profesional dalam bekerja, dan tetap mengutamakan fungsi pencegahan pada pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020.

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Dinas Dikbud Sumbawa Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 47 SMP

    Sebanyak 47 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sumbawa akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka dalam masa covid-19. Uji coba tersebut mulai dilakukan pada Senin, 21 September pekan depan.

    Total Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTB Tembus 3.006 Orang

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencat tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif dan 20 pasien sembuh, dan 3 pasien meninggal dunia, Rabu, 16 September 2020. Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 3.006 orang, dengan perincian 2.388 orang sudah sembuh, 177 meninggal dunia, serta 441 orang masih positif.

    Sensus Day 2020, Upaya memastikan Pencacahan Penduduk Secara Menyeluruh

    Sebagai bagian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, tanggal 15 September 2020 ditetapkan menjadi Sensus Day 2020 yang secara nasional dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Sensus Day yang dilaksanakan setiap event sensus penduduk dihajatkan sebagai time line acuan pencacahan terhadap sasaran penduduk di luar formasi pencacahan normal. Walaupun di tengah suasana pandemi Covid-19, pelaksanaan Sensus Day terus diupayakan secara konsisten dengan menggunakan protocol kesehatan yang ditetapkan.