BERITA

Siap-siap Daftar, Pemprov Ajukan 437 Formasi CPNS 2021

Selasa, 28 Juli 2020   Admin   1630  

Pemprov NTB mengajukan 437 formasi CPNS untuk tahun 2021 mendatang. Saat ini, Biro Organisasi dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sedang melakukan input data ke aplikasi e-formasi milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB).

‘’Total (yang diajukan) 437 formasi,’’ sebut Kabag Analisis Formasi Jabatan dan Sumber Daya Aparatur Biro Organisasi Setda NTB, Ahmad Syuyuthy dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 27 Juli 2020. 

Syuyuthy menyebutkan, 437 formasi yang diajukan paling banyak tenaga kesehatan 331 orang dan tenaga pendidik 106 orang. Sedangkan untuk tenaga teknis, tidak ada formasi yang diajukan. Karena memang untuk formasi tenaga teknis atau jabatan pelaksana tidak ada pembukaan.

“Untuk memastikan itu, Tim Biro Organisasi Setda NTB bersama BKD sedang menginput melalui e-formasi. Sehingga data-data yang diinput dapat dipertanggungjawabkan bersama,” terangnya.

Ia menjelaskan, usulan formasi CPNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja (Anjab dan ABK) merupakan kewajiban Pemda setiap tahun. Masing-masing Pemda menginput kebutuhan PNS sesuai anjab dan ABK pada tahun bersangkutan.

‘’Prioritas tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Diinput Biro Organisasi dan BKD mulai hari ini (kemarin) sampai lima hari ke depan. Dari situ mereka (Kemen PANRB) melihat kebutuhan NTB,’’ jelasnya.

Formasi yang diusulkan didominasi tenaga kesehatan. Karena memang, Pemprov masih sangat kekurangan tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit. Seperti RSUD NTB, RS H. L. Manambai Abdul Kadir Sumbawa, RSJ Mutiara Sukma dan RS Mata NTB.

Selain masih kekurangan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik. Syuyuthy mengatakan, Pemprov sebenarnya juga kekurangan tenaga teknis atau jabatan pelaksana. Sesuai hasil anjab dan ABK, secara keseluruhan Pemprov masih kekurangan sekitar 1.000 PNS.

Dari 414 formasi yang diperoleh dalam rekrutmen CPNS 2019, hanya 378 formasi yang ada pelamarnya dengan jumlah 7.706 orang.

Formasi yang tak ada pelamarnya tersebut yakni tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Untuk formasi tenaga pendidikan sebanyak 14 formasi yang dipastikan tak terisi. Kemudian untuk formasi tenaga kesehatan sebanyak 22 formasi.

Untuk formasi tenaga kependidikan, sebanyak satu formasi guru nautika kapal niaga di SMKN 1 Alas. Sebenarnya, kata Raisah, untuk formasi ini ada tiga orang pelamar yang mendaftar, tetapi mereka tidak lolos dalam seleksi administrasi.

Sehingga tidak berhak untuk ikut pada tahap tes SKD. Begitu juga satu formasi guru TIK di SMAN 2 Bayan, ada tiga pelamar yang mendaftar. Tetapi semuanya tidak lolos dalam seleksi administrasi, sehingga tak berhak ikut tes SKD.

Sedangkan formasi lainnya tidak ada pelamar. Sehingga otomatis formasi tersebut tak akan terisi. Seperti 6 formasi guru prakarya dan kewirausahaan, masing-masing satu formasi di SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Lape, SMKN 1 Lenangguar, SMKN 1 Plampang dan SMKN 1 Monta. Dan 4 formasi guru SLB yang tidak ada pelamar, masing-masing satu formasi di SLBN 2 Lotim, SLBN 2 Lobar, SLBN 1 Sumbawa, SLBN 1 Mataram yang tidak ada pelamarnya.

Sedangkan 22 formasi tenaga kesehatan yang dipastikan lowong karena tak ada pelamarnya, yakni satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai.

Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anestesi di Dinas Kesehatan NTB, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata, dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai. 

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB, dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai, dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai. Dan terakhir satu formasi psikologi klinis di RSJ Mutiara Sukma.

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Deklarasi Desa Lopok Kecamatan Lopok sebagai Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)

    Sumbawa Besar - Mewakili Bupati Sumbawa, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Syahruddin, S.H., menghadiri acara Deklarasi Desa Lopok Kecamatan Lopok sebagai Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pada Kamis pagi, (23/9) di Lapangan Garuda Desa Lopok.

    Pemda Sumbawa Anggarkan Rp 445 Juta untuk Rapid Test CASN

    Sumbawa - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumbawa telah menuntaskan proses verifikasi, terhadap usulan anggaran pelaksanaan Rapid Test Antigen peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (PNS dan PPPK) 2021.

    APBD Perubahan Sumbawa 2021 telah di Ketok

    Sumbawa Besar - DPRD Kabupaten Sumbawa menyetujui penetapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 Menjadi Peraturan Daerah (Perda).