Sumatera dan Aceh Banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa daerah di Sumatera dan Aceh dalam beberapa minggu terakhir. Ribuan penduduk terkena dampak, aktivitas ekonomi terganggu, dan layanan publik seperti pendidikan harus dih
Sumatera dan Aceh Banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa daerah di Sumatera dan Aceh dalam beberapa minggu terakhir. Ribuan penduduk terkena dampak, aktivitas ekonomi terganggu, dan layanan publik seperti pendidikan harus dihentikan sementara di beberapa wilayah yang rawan bencana.
Banyak sekolah dilaporkan tutup karena hari Natal dan libur Thanun Baru. Hal ini menyebabkan sejumlah siswa menjalani libur panjang ketika Masyarakat Aceh dan Sumatera sedang kena bencana, sementara sebagian keluarga masih bergantung pada bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.
Meski situasi sekolah masih libur, pemerintah pusat tetap melanjutkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hal ini menjadi pertnyaan public yang merupakan prioritas nasional. Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia. Namun, pelaksanaannya menjadi pertanyaan saat sekolah di liburkan mengapa masih mementingkan MBG sedangkan banyak Rakyat yang terkena musibah yang seharusnya di bantu.
Masyarakat mulai mempertanyakan kapan dan dalam skala seperti apa program ini seharusnya diterapkan. Beberapa ahli kebijakan mengatakan bahwa masalah utamanya bukanlah adanya program MBG, tetapi kemampuan pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan dengan kondisi darurat. Dalam situasi seperti ini, kebutuhan mendesak seperti tempat tinggal sementara, pemulihan kesehatan, dan pendukung psikologis harus lebih mendapat perhatian melalui kebijakan yang cepat tanggap dan fleksibel. Pemerintah menyatakan bahwa penanganan bencana dan pelaksanaan program nasional berjalan sejajar. Namun, di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menghadapi masalah karena keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada dana pusat. Hal ini menyebabkan proses pemulihan di beberapa wilayah terjadi lebih lambat dari harapan masyarakat.
Bencana di Sumatera dan Aceh kembali menjadi pengujian bagi pemerintah dalam menyeimbangkan antara pembangunan jangka panjang dan kebutuhan kemanusiaan jangka pendek. Dengan sekolah masih tutup dan korban bencana belum pulih sepenuhnya, masyarakat menantikan kebijakan yang tidak hanya konsisten secara administratif, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata masyarakat yang sedang menghadapi krisis.